Themes of the week

6rges1arfbfjesdxr8r3.jpg For some reason, Ive always associated orange with my childhood. Its probably because of its fruity color which then reminds me of the hot summer days when my mom made me a cold glass of orange juice. It therefore didnt come as a surprise that I somehow got nostalgic when I saw this theme called The Childhood of Eternity which had several shades of orange in it. Apart from the picture of a child with a balloon on the header (which is cute, I should say), the theme transports me back to the time when I was a kid myself.

It may be obvious already but the best thing that I liked about this theme is that it captures the essence of being a child. While darker shades of orange can be quite strong, the lighter shades used on this theme spells the words fun and carefree to those who see it. Its one thing to make a great design, but its another thing to send out a message within the design itself. Another great thing with this theme is that its simple. Bloggers who simply want to publish their thoughts on the internet can get the job done with this theme. All they have to do is upload the theme to their server, activate it and type away!

But then again, we all remember, as kids, how much we wanted to grow already so we can do ...
6hfa7cz0h6xm1f4xl9z.jpg My mother often warned me about taking things at face value. So I always proceed with caution when encountering things for the first time. And thats what I did with the theme called science of appearances.

At first glance, the artwork on the header looks great. The design is stylish and theres the artsy image of a long-legged woman. She almost got me distracted the minute I looked at her, but I had a review to do. So heres what I think about the theme.

What I like about the theme is that in each post on the front page, you get as much information on the particular post as you can. The time and date of the post is clearly indicated as well as other data like, the author, the category, the number of comments and the permalink. But Ill stop there because this theme can improve on a lot of things and I want to discuss them already.

In sum, this theme has still a lot of room for improvement in terms of layout. It could use some liposuction and a face lift on several areas especially the header.
5vsv1uy2vw8o0kkn1a.jpg Future Tech is a Wordpress theme designed by the folks at Web Hosting Geeks. At first glance, it combines the elements of Web 2.0 design (the use of light colors and rounded corners) with its predecessor. While the concept looks good on paper, the design is rather awkward. But lets not get ahead of ourselves here.

So lets move on to reviewing the entire design by weighing in the good things and the elements where it can improve further.

The design is pretty straightforward and its a good thing. Theres a lot of space devoted to the content which is the point of putting up a blog in the first place. Some designers tend to forget this and Future Tech sets a good example on this aspect.

Also, the header isnt too big unlike most themes today. Because of that, people no longer need to scroll down several lines just to get to the content box and the sidebar.

Merubah Setting PHPMyAdmin (Untuk keperluan praktikum mahasiswa)

Posted under Information Technology by admin on Sunday 15 March 2009 at 7:38 pm

WAMP Server adalah satu aplikasi webserver yang berisi paket apache dan MySql Server. Sebagai sebuah free webserver, WAMP cukup banyak dipergunakan utuk keperluan development ataupun praktikum mahasiswa yang sedang mempelajari pemrograman web dengan PHP. Setelah proses instalasi webserver apache dilakukan, biasanya dilanjutkan dengan menguji apakah webserver tersebut sudah jalan. Pengujian dilakukan terhadap dua hal yaitu apache server (check dengan http://localhost) dan PHPMyAdmin (Check dengan http://localhost/phpMyAdmin/index.php).

Dalam tulisan ini saya sampaikan informasi bahwa MySql dilengkapi dengan seting username dan password. Username dan password dipergunakan untuk akses ke MySql Server. Secara default Mysqlserver memberikan username “root” dan password=”" (Kosong). Hal ini sering menjadi titik rawan karena biasanya pengguna kebanyakan tidak memperhatikan hal ini(Tidak mengganti username dan password). Jika hal tersebut terjadi maka pengguna lain dapat saja melakukan hal-hal yang tidak bertanggungjawab terhadap data kita. Masalah kedua jika tidak melakukan perubahan seting, ketika dimasukkan alamat http://localhost/phpMyAdmin/index.php, maka langusng masuk ke halaman pengelolaan basisdata ataupun tabel. Tentu saja hal ini juga berbahaya, karena setiap user bisa melakukan perubahan terhadap data.

Seting phpMyAdmin digunakan untuk pengaturan :

1. Supaya MySql dapat diakses oleh komputer lain

2. Supaya ketika pertama kali diakses ditampilkan form username dan password.

Pengaturan pada point 1 dilakukan dengan cara merubah alias phpMyAdmin. Cara merubah alias adalah klik WampServer, pilih “alias directories”, pilih “http://localhost/phpMyAdmin” dan pilih edit alias. Ubah script pada bagian directory menjadi seperti dibawah ini.

<Directory “d:/wamp/phpmyadmin/”>
Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride all
Order Allow,Deny
Allow from all
</Directory>

Setelah pilih script tersebut dimodifikasi dan pilihan WAMPServer adalah PutOnline, maka PHPMyAdmin sudah bisa diakses oleh komputer lain. Selanjutnya untuk seting pada point 2 silakan membuka file “config.inc”. Seting ini berada pada direktori PhpMyAdmin. Silakan disesuaikan berada pada direktori mana karena masing-masing versi WAMP berbeda meletakkannya. Buka dengan file config.inc dengan DreamWeaver, ultraedit ataupun yang laiinya. Setelah file tersebut dibuka ubah pada bagian :

$cfg[’Servers’][$i][’auth_type’]     = ‘config’; Ubah config menjadi “cookie”, sehingga menjadi $cfg[’Servers’][$i][’auth_type’]     = ‘cookie’;

Hasil dari perubahan tersebut silakan dicoba dan jika berhasil, ketika diketik alamat http://localhost/phpMyAdmin/index.php maka akan muncul form login dan password untuk masuk ke dalam MySql. Silakan kemudian mengganti user dan password MySql dihalaman Admin, ataukan nantikan kelanjutan dari tulisan ini.


CROSS SITE SCRIPTING

Posted under Information Technology by admin on Saturday 17 May 2008 at 7:01 pm

Cross site scripting merupakan  kelemahan keamanan yang terjadi pada penggunaan teknologi dynamic website. Cross site scripting dapat diartikan sebagai kelemahan yang terjadi akibat ketidakmampuan server dalam memvalidasi input yang diberikan oleh pengguna. Hal ini memungkinkan halaman yang dihasilkan menyertakan perintah yang sebenarnya tidak diperbolehkan. Salah satu contoh adalah jika memasukan tag HTML melalui form, maka input tersebut akan dijalankan sebagai tag HTML. Apabila tag yang dimasukkan adalah tag untuk menampilkan gambar, maka request dari input form tersebut adalah gambar.

Jika sebuah website dieksploitasi menggunakan metode cross site scripting pada halaman tertentu, maka sebenarnya bukan pelaku eksploitasinya yang hebat, tetapi lebih kepada developer website yang kurang memperhatikan security hole yang ada.  Teknik cross site scripting sudah lama digunakan untuk melakukan eksploitasi dynamic website, namun sampai saat ini masih banyak website yang memiliki kelemahan mendasar tersebut. Probing terhadap website yang memiliki kelemahan dapat mulai dilakukan dengan menggunakan search engine dengan  kata kunci “inurl:id/guestbook.asp”. Hasil penelusuran didapat beberapa website yang dapat dieksploitasi dengan cross site scripting.

Mengantisipasi cross site scripting sebenarnya sangat mudah. Web programmer dituntut memiliki ketelitian dan mampu melihat celah keamanan yang bisa muncul dan dapat dieksploitasi oleh pengguna. Tulisan dalam blog ini membahas level dasar antisipasi cross site scripting pada method post dan get. Method post adalah sebuah metode yang dipergunakan form untuk mengambil nilai, sedangkan get adalah metode pengambilan nilai yang dikirimkan oleh link.

Contoh : Metode Post
a. message.php
<html>
<head><title></title></head><body>
<form action=”message_process.php” method=”post”>
Input Message
<br><input type=”text” name=”message”>
<br><input type=”submit” value=”Process”>
</form>
</body>
</html>

b. message_process.php
<html>
<head><title></title></head><body>
<?php
$message=$HTTP_POST_VARS[‘message’];
echo $message;
?>
</body>
</html>

Contoh : Metode Get
a. Link
<a href=”http://www.rianto.com/news_detail.php?id=1”>News Detail</a>

b. Request
<html>
<head><title></title></head><body>
<?php
$news_id=$HTTP_GET_VARS[id];
?>
</body>
</html>

Contoh eksploitasi pada form input dengan memasukkan tag HTML :
<img src=”http://artiscantikindonesia.files.wordpress.com/2008/03/agnes-monica.gif”>

Cara melakukan verifikasi input form adalah dengan melakukan pengecekan nilai yang dimasukkan pengguna.  Pemrograman web dengan PHP sudah memiliki fasilitas untuk memfilter karakter HTML yang dimasukkan oleh pengguna. Contoh fungsi yang dapat diterapkan adalah :

function textFilter( $str )
{
$str = nl2br( htmlspecialchars( $str ) );
return $str;
}

Implementasi di Method Post:
<html>
<head><title></title></head><body>
<?php
function textFilter( $str )
{
$str = nl2br( htmlspecialchars( $str ) );
return $str;
}
$message=textFilter($HTTP_POST_VARS[‘message’]);
echo $message;
?>
</body>
</html>

Implementasi di Method Get :
<html>
<head><title></title></head><body>
<?php
function textFilter( $str )
{
$str = nl2br( htmlspecialchars( $str ) );
return $str;
}
$news_id=textFilter($HTTP_GET_VARS[id]);
?>
</body>
</html>

Jika menggunakan Active Server Pages(ASP)  , web programmer harus membuat fungsi sendiri untuk melakukan replace terhadap karakter yang dimasukkan pengguna. Contoh fungsi replace :

<%Function chkstring(String)
on Error resume next
string = trim(string)
if string = “” then string = ” ”
string = Replace(string, “”"”, “&#148;”)
string = Replace(string, “‘”, “&#146;”)
String = Replace(String, “&nbsp;”, ” “)
String = Replace(String, chr(160), ” “)
String = Replace(String, “<”, “&lt;”)
String = Replace(String, “>”, “&gt;”)
String = Replace(String, CHR(13), “”)
String = Replace(String, CHR(10) & CHR(10), “</P><P>”)
String = Replace(String, CHR(10), “<BR>”)
Chkstring = String
End Function%>

Contoh implementasi dalam Active Server Pages (ASP) :
a. Method Post
<%
Message = chkstring(request.form(”message”))
%>

b. Method Get
<%
News_id=chkstring(request.querystring(“id”))
%>

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. (Mei 2008;www.rianto.com)


UU ITE dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia

Posted under Information Technology by admin on Tuesday 8 April 2008 at 3:34 am

Populasi pengguna internet di Indonesia memang sangat pesat. Survey yang dilakukan APJII sampai dengan akhir 2007 menunjukkan angka 25.000.000 pengguna internet di Indonesia. Jumlah ini tentu tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 2 ratusan juta jiwa. Tetapi setidaknya menurut APJII pada tahun 1998 jumlah pengguna internet Indonesia hanya 512.000 dan sampai akhir 2007 sudah mencapai 25.000.000. Selama 9 tahun jumlah pertumbuhannya adalah hampir 50 kali lipat. Jika dihitung rata-rata pertumbuhan pertahun meningkat sekitar 5,5 kali lipat.

Menurut survey yang bersumber dari http://blog.kenz.or.id/2006/02/13/
hasil-survei-blogger-2005-denganteknik-random-sampling-2.html
, menunjukkan bahwa frekuensi akses internet dalam seminggu adalah :

  • 1 - 2 kali : 2,65%
  • 3 - 4 kali : 5,3%
  • Tak Tentu : 10,6%
  • 5 - 6 kali : 21,19%
  • Tiap hari : 60,26%

Data yang ditulis dalam alenia kedua tersebut menunjukkan bahwa separuh lebih dari pengguna internet di Indonesia melakukan akses internet setiap hari. Sampai dengan tulisan ini dibuat penulis belum mendapatkan data lama akses pengguna internet di Indonesia. Namun setidaknya bila seseorang melakukan akses internet setiap hari maka akan banyak hal dapat dilakukan menurut fasilitas yang tersedia di internet, termasuk kemungkinan chatting, download lagu, download film atau mengunjungi situs porno.
Menurut http://blog.kenz.or.id/2006/02/13/
hasil-survei-blogger-2005-denganteknik-random-sampling-2.html
, kegiatan yang sering dilakukan pengguna internet adalah :

  • 49,01% : Membaca dan menulis email serta mengikuti mailing list
  • 16,56% : Chatting
  • 13,91% : Berpartisipasi dalam forum tertentu
  • 06,62% : Browsing situs penyedia informasi
  • 05,03% : Searching dengan mesin pencari
  • 06,62% : Aktifitas Blog
  • 01,99% : Mengelola server / jaringan

Setidaknya data tersebut dapat dijadikan acuan bahwa perilaku pengguna internet terbesar adalah untuk keperluan korespondensi. Hal ini data dilihat dari 49,01% internet digunakan untuk keperluan email dan mailing list.

Ono W Purbo dalam surveynya tentang mailing list menyebutkan bahwa terdapat 1271 mailing list berbahasa Indonesia yang beranggotakan lebih dari 100 orang. Dari 1271 mailing list tersebut 28.2% menggunakan mailing list untuk bersilaturahmi dan sosialisasi. Mailing list untuk belajar dan mencari ilmu menduduki peringkat kedua (20.1%), dan ke tiga (16.1%) di duduki oleh mailing list yang berorientasi bisnis. Pornografi menduduki tempat terakhir dengan jumlah mailing list paling kecil (5.7%). Politik bukanlah topik yang terlalu menarik untuk dibicarakan dengan jumlah mailing list hanya 7.6%.

Berdasarkan data-data yang telah dipaparkan dalam tulisan ini, penulis mengajak untuk sejenak mengerutkan dahi sambil bertannya seberapa besar komunitas pronografi internet di Indonesia sehingga membuat pemerintah seolah kebakaran jenggot dengan melakukan blokir situs yang konsep dasarnya tidak membawa nuansa pornografi. Sebentar lagi mungkin situs-situs berbasis komunitas bahkan web log akan kena blokir. Impian untuk menggunakan bandwith besar juga akan musnah, karena jika tersedia bandwith yang besar dan murah dapat ditumpangi video porno.

Genderang perang memang telah ditabuh, tetapi berperang tanpa taktik adalah bunuh diri. Keseriusan dapat dilihat dari strategi dan amunisi untuk perang. Saat ini perang yang dihadapi adalah perang melawan teknologi, sehingga yang seharusnya diadu adalah teknologinya. Tidak cukup hanya membuat Undang-Undang kemudian memukul, tetapi harus membuat Undang-Undang, teknologi, menciptakan sistem kemudian berperang.

Kepustakaan :
1. Blog dan Pemanfaatannya Dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa
Karya Tulis Ilmiah Populer Muhammad Ilman Akbar
2. Menyimaki Perilaku Komunitas Indonesia di Internet
Onno W Purbo


Blokir Situs Porno Seperti Menangkap Seekor Ikan Teri Dalam Kolam Raksasa

Posted under Information Technology by admin on Friday 4 April 2008 at 11:01 pm

The world is flat menurut Tom Friedman 2006. Terdapat sepuluh faktor yang menyebabkan dunia menjadi datar. Salah satu faktor adalah Ease get information anything, anytime, anywhere. Sudut pandang riil bergeser ke cyber. Paradigma ini sangat berpengaruh di semua domain baik itu pendidikan, bisnis, hiburan bahkan perilaku masyarakat. Internet menjadi payung besar dan pendorong lahirnya pergeseran paradigma tersebut.

Sisi positif akan fenomena ini sangat dapat dirasakan dengan banyaknya informasi yang dapat diperoleh dengan cepat dan mudah. Situs web menjadi andalan kaum bisnis, mahasiswa, peneliti, akademisi dan anak-anak sekolah dasar untuk mencari informasi ataupun mengerjakan tugas. Setiap dampak positif selalu diikuti dengan dampak negatif yang bisa jadi lebih besar. Sebut saja si Dadap yang mahasiswa Teknik Informatika di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta. Sela-sela waktu mencari bahan tugas sambil menunggu download selesai, dia juga membuka situs-situs lain yang tidak ada hubungannya dengan tugas. Ideal masih bisa kita katakan jika situs lain yang dibuka adalah situs pendukung untuk materi kuliahnya. Bagaimana jika yang dibuka situs porno ? atau bagaimana jika si krucil yang masih kelas 4 SD ikut-ikutan membuka situs porno ?. Mungkin persoalan itulah yang kemudian mendorong pemerintah melalui Undang-Undang Transaksi Elektronik untuk melakukan blokir terhadap alamat situs porno.

Beragam kategori situs porno saat ini online. Kategori foto, cerita, forum dan gabungan ketiganya.Perilaku pengunjungnya juga beragaram. Waru suka mengunjungi situs porno untuk melihat foto-foto syur. Lain halnya dengan Dadap yang mengunjungi situs porno untuk sekedar membaca cerita-cerita sex. Majemuknya situs porno dan perilaku pengunjungnya membuat pekerjaan blokir situs porno menjadi susah-susah gampang atau bahkan tidak mungkin. Penulis bukan tidak setuju dengan program pemerintah untuk memblokir situs porno bahkan bersedia membantu melakukan pemblokiran. Masalahnya adalah apakah sudah ada peta tentang kemajemukan situs-situs porno yang mungkin jumlahnya ribuan.Tanpa peta tersebut bagaimana kita membuat matrik untuk melakukan cegah tangkal terhadap situs-situs porno, kecuali hanya akan menjadi cemooh orang banyak dan dikatakan isapan jempol belaka.

Adalah instansi A yang menggunakan teknologi internet untuk menopang kegiatan bisnisnya. Instansi ini mengaku telah melakukan pemblokiran dan menjamin bahwa pengguna di instansinya sudah tidak bisa mengakses situs porno. Filter kata-kata yang berhubungan dengan sex dan porno itu yang menjadi andalannya. Tetapi pernahkah terbayangkan bahwa penyedia situs juga berpikir untuk menyediakan situs porno tanpa menggunakan kata kunci porno dan sex. Terlintaskah dalam benak bila masih bisa membuka www.google.com dan memilih search dengan kategori gambar dan kata kunci “artis indonesia” kira-kira apa temuan google. Friendster adalah situs berbasis komunitas dan tidak membawa misi porno. Search By User merupakan salah satu layanan yang disediakan untuk memudahkan pencarian dan melihat profil seseorang. Apabila kita memasukkan kata kunci “Chika” dan melihat satu-persatu dari masing-masing profil maka akan ditemukan profile yang tidak berbeda dengan situs porno dibawah alamat friendster. Pertanyaannya adalah apakah sebaiknya friendster diblokir saja ?

Dua contoh yang disebut dalam alenia keempat hanya segelintir fakta yang saat ini mendarat. Pasti masih banyak fakta-fakta lain yang sudah lahir atau mungkin akan lahir seiring dengan pemikiran penyedia dan pengguna situs porno. Fakta tersebut juga menunjukkan bahwa memblokir situs porno sama dengan menangkap seekor ikan dalam kolam raksasa. Bisa dilakukan tetapi harus oleh banyak pihak dengan jejaring besar dan dari segala penjuru di seluruh dunia. Bagaimana caranya mengorganisir hal tersebut ?


Copyright © 2010 Rianto’s Blog. WP Theme created by Web Top.